PERAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SEBAGAI PENGENDALI FUNGSI DALAM PEMBANGUNAN LANJUTAN LABORATORIUM B2P2TOOT TAWANGMANGU

Khairul Amri, Nazaruddin Nazaruddin, Siska Cicilia

Abstract


Pembangunan gudang logistik Polres Lamongan, sebagai salah satu elemen infrastruktur publik, perlu dilakukan pengawasan dengan tingkat efisiensi yang tinggi untuk mendukung kebutuhan operasional kepolisian. Beberapa masalah operasional telah muncul yang menghambat penyelesaian tepat waktu. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah keterlambatan dalam pengiriman material yang sangat mempengaruhi kelancaran pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan dalam proyek pembangunan Gudang Logistik Polres Lamongan, dengan fokus pada peran kontraktor, supplier, konsultan, dan pemilik proyek. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek konstruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis regresi linier berganda untuk menentukan hubungan antara variabel independen (lingkungan kerja, keterlambatan material, peralatan, tenaga kerja, dan perubahan desain) dengan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tenaga kerja memiliki pengaruh terbesar terhadap keterlambatan proyek, dengan nilai beta 0,455, diikuti oleh perubahan desain yang memiliki pengaruh positif meskipun kecil. Sementara itu, faktor lingkungan kerja, keterlambatan material, dan peralatan tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Untuk mengatasi keterlambatan, penelitian ini merekomendasikan perbaikan dalam koordinasi antar pihak terkait, manajemen sumber daya yang lebih baik, dan perencanaan yang lebih matang. Penelitian ini memberikan wawasan yang penting untuk meningkatkan pengelolaan proyek konstruksi dan mencegah keterlambatan yang tidak terduga pada proyek-proyek serupa di masa depan.



Keywords


literacy; local wisdom; natural and social science; wordwall

Full Text:

PDF

References


Agusman, Apriani, K., Nurbaity, S., & Murdinah. (2014). Penggunaan Tepung Rumput Laut Eucheuma cottonii Pada Pembuatan Beras Analog Dari Tepung Modified Cassava Flour (Mocaf). JPB Perikanan, 9(1), 1-10.

Ahira. (2012). Kajian Kualitas Kimia dan Biologi Beras Merah (Oryza nivara) dalam Beberapa Pewadahan dalam Penyimpanan. Skripsi. Universitas Negeri Semarang, Semarang.

Andriani ,W.O. R. A., Ansharullah., & Asyik, N. (2018). Karateristik Organoleptik dan Nilai Gizi Snack Bar Berbasis Tepung Beras Merah (Oryza nivara) dan Tepung Jagung (Zea mays L.) sebagai Makanan Selingan Tinggi Serat. J. Sains dan Teknologi Pangan, 3(6), 1448-1459.

Arendt & Zannini. (2013). Cereal Grains for The Food and Beverage Industries. Cambridge: Woodhead Publishing Limited.

Awika, J. M. & Rooney, L. W. (2004). Review: Sorghum phytochemical and their potential impact on human health. J. Phytochem, 65, 1199-1221.

Badan Standarisasi Nasional (BSN). (1996). SNI Syarat Mutu Dodol Nangka. Jakarta Beberapa Pewadahan dalam Penyimpanan. Skripsi. Universitas Negeri Semarang, Semarang.

deMan, M. J. (1997). Kimia Makanan. Bandung : ITB

Devillya, P., Agus, D. W., Nutya, F. (2016) Pengaruh Variasi Pencampuran Tepung Beras Merah (Oryza nivara) dan Tepung Terigu terhadap Sifat Fisik, Organoleptik dan Kadar Antosianin Bolu Kukus. Jurnal Medika Respati, 11(3), 34-43.

Erilia, V., & Agus, S. (2012). Karakteristik dodol ubi jalar ungu (Ipomoea batatas lackie) dengan variasi penambahan tepung rumput laut. Jurnal Pangan dan Gizi, 3(6), 29 – 36.

Frahma, S. (2012). Analisis Pangan. Cetakan Pertama. PT Dian Rakyat. Jakarta.

Imanningsih, N. (2012). Profil Glatinisasi Beberapa Formulasi Tepung-Tepungan untuk Penduga Sifat Pemasakan.Jurnal Panel Gizi Makanan, 35 (1), 13-22.

Indrasari, S. D. & Adnyana. (2006). Preferensi Konsumen terhadap Beras Merah sebagai Sumber Pangan Fungsional. Iptek Tanaman Pangan, 2(2), 227-241.

Indriyani, F., Nurhidajah, & Suyanto, A. (2013). Karakteristik Fisik, Kimia dan Sifat Organoleptik Tepung Beras Merah Berdasarkan Variasi Lama Pengeringan. Jurnal Pangan dan Gizi, 4(8), 27-34.

Lukito, M. S., Giyarto, G., & Jayus, J. (2017). Sifat Fisik, Kimia Dan Organoleptik Dodol Hasil Variasi Rasio Tomat Dan Tepung Rumput Laut. Jurnal Agroteknologi, 11 (01), 82-95.

Percival, M. (1998) Antioxidants. Clinical Nutrition Insights Oct

Sembiring, S. I. (2002). Pemanfaatan rumput laut (Euchema cottonii) sebagai bahan baku dalam pembuatan permen jelly. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Sudarmadji. (1982). Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty. Yogyakarta.

Sunarni, T., Pramono, S. & Asmah, R. (2007), Flavonoid antioksidan penangkap radikal dari Daun Kepel (Stelechocarpus burahol (Bl.) Hook f. & Th.), Majalah Farmasi Indonesia, 18(3), 111 - 116.

Supriadi, C. (2004). Suplementasi tepung rumput laut euchema cottonii pada pembuatan roti tawar dan cookies. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Suryaningrum, T. D., Wikanta., T., & Kristiana. (2006). Uji Aktivitas Senyawaantioksidan Dari Rumput Laut Halymenia harveyana dan Eucheuma cottonii. Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, 1(1), 51-64.

Suter, I. I. K., & Suter, I. K. (2014). Pangan Tradisional Potensi dan Prospek Pengembangannya. Media Ilmiah Teknologi Pangan, 1 (1), 30-37.

Suwandi R., I. Setyaningsih, R. B, & S. Uju. (2002). Rekayasa Proses Pengolahan dan Optimasi Produksi Hidrokoloid Semi Basah (Intermediate Moisture Food) dari Rumput Laut [Laporan Akhir Penelitian Hibah Bersaing Perguruan Tinggi Tahun Anggaran 2001/2002]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Winarno, F.G., (2004). Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.26877/ijatf.v2i2.7908

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.