ANALISIS PELAFALAN DALAM MEMBACA PERMULAAN PADA PESERTA DIDIK KELAS 1A DI SDN PALEBON 01 KOTA SEMARANG
Gloria Alvionita, Moh Aniq KHB, Mei Fita Asri Untari
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih ada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, mengeja huruf, dan melafalkan huruf atau suatu tulisan, dan ketika membaca masih terbata-bata. Fokus penelitian ini adalah 1) Bagaimana bentuk pelafalan dan kemampuan peserta didik kelas 1A SDN Palebon 01 Kota Semarang dalam membaca permulaan. 2) Bagaimana kemampuan peserta didik kelas 1A SDN Palebon 01 Kota Semarang dalam pelafalan saat membaca permulaan. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelafalan dan kemampuan peserta didik dalam membaca permulaan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif . Lokasi penelitian ini di SDN Palebon 01 Kota Semarang. Pengumpulan data dalam penelitian berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa, beberapa peserta didik masih mengalami kesulitan dalam melafalkan sebuah huruf, suku kata, kata, dan kalimat dengan benar. Pada pelafalan huruf konsonan, rata-rata peserta didik mengalami kesalahan pelalafalan pada huruf “v” dengan jumlah 8 macam kesalahan pelafalan. Pada pelafalan suku kata, rata-rata peserta didik salah dalam pelafalan suku kata yang berawalan huruf “x” dengan jumlah 76 macam kesalahan pelafalan. Pada pelafalan kata, rata-rata peserta didik salah dalam pelafalan kata “dia”, “pita”, dan “saat” dengan jumlah 7 macam kesalahan dalam melafalkan kata tersebut. Dan pada pelafalan sebuah kalimat, rata-rata peserta didik salah dalam pelafalan kalimat 5 dengan jumlah 11 macam kesalahan dalam melafalkan kalimat tersebut. Pada penilaian pelafalan membaca permulaan peseta didik kelas 1A di SDN Palebon 01 Kota Semarang mencakup 5 aspek yaitu Ketepatan Menyuarakan Tulisan, Kewajaran Lafal, Kelancaran, Kejelasan Suara, Kewajaran Intonasi. Dari 5 aspek tersebut, presentase yang paling rendah adalah kewajaran lafal yaitu 64,20% dan aspek yang memiliki presentase paling tinggi yaitu kejelasan suara sebesar 80,30%. Dari hasil presentase tersebut bisa dilihat bahwa pelafalan peserta didik pada saat membaca masih harus diperbaiki. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah peserta didik yang masih mengalami kesalahan pelafalan dan menyuarakan tulisan harus lebih dibiasakan membaca di rumah maupun di sekolah. Selain itu guru juga memberikan pelatihan pengucapan kata atau frasa secara berulang dengan pelafalan dan penekanan bunyi yang sesuai kepada peserta didik.