PERAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SEBAGAI PENGENDALI FUNGSI DALAM PEMBANGUNAN LANJUTAN LABORATORIUM B2P2TOOT TAWANGMANGU
Abstract
Pembangunan gudang logistik Polres Lamongan, sebagai salah satu elemen infrastruktur publik, perlu dilakukan pengawasan dengan tingkat efisiensi yang tinggi untuk mendukung kebutuhan operasional kepolisian. Beberapa masalah operasional telah muncul yang menghambat penyelesaian tepat waktu. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah keterlambatan dalam pengiriman material yang sangat mempengaruhi kelancaran pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan dalam proyek pembangunan Gudang Logistik Polres Lamongan, dengan fokus pada peran kontraktor, supplier, konsultan, dan pemilik proyek. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek konstruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis regresi linier berganda untuk menentukan hubungan antara variabel independen (lingkungan kerja, keterlambatan material, peralatan, tenaga kerja, dan perubahan desain) dengan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tenaga kerja memiliki pengaruh terbesar terhadap keterlambatan proyek, dengan nilai beta 0,455, diikuti oleh perubahan desain yang memiliki pengaruh positif meskipun kecil. Sementara itu, faktor lingkungan kerja, keterlambatan material, dan peralatan tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Untuk mengatasi keterlambatan, penelitian ini merekomendasikan perbaikan dalam koordinasi antar pihak terkait, manajemen sumber daya yang lebih baik, dan perencanaan yang lebih matang. Penelitian ini memberikan wawasan yang penting untuk meningkatkan pengelolaan proyek konstruksi dan mencegah keterlambatan yang tidak terduga pada proyek-proyek serupa di masa depan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Anonim. (2019). Konsumsi Kopi Diprediksi Mencapai 370 Ribu Ton di 2021. https://www.mediadata.co.id/2019/12/konsumsi-kopi-diprediksi-mencapai-370.html diakses 31 Maret 2021
Atamawinata, O., & Yusianto. (1997). Perancangan dan Pengujian Model Sentralisasi Pengolahan Kopi Rakyat Skala Besar. Jember: Pusat Penelitian Kopi dan Kakao.
BPS. (2018). Indonesian Coffee Statistic. Jakarta : Badan Pusat Statistik.
Farhaty, Naeli dan Muchtaridi. (2020). Tinjauan Kimia Dan Aspek Farmakologi Senyawa Asam Klorogenat Pada Biji Kopi : Review . Farmaka Suplemen,14(1), 214.
Ikhwan, B. (2013). Pesona Kopi Luwak. Warta Ekspor. Jakarta: Ditjen PEN/MJL/004/7/2013 Juli.
McCamey, D. A., Thorpe, T. M., & McCarthy, J. P. (1990). Coffee Bitterness. In Developments in Food Science, 25, 169-182.
Muzaifa, M., Patria, A., Abubakar, A., Febriani, Rahmi, F., Hasni, D., & Sulaiman, I. (2016). Kopi Luwak : Produksi, Mutu dan Permasalahannya. Aceh: Syah Kuala University Press.
Noor. (2019). Rahasia Candu-Roasting Kopi. NoorCoffeeRoaster. Jember : Noor Coffee Roaster.
Redgwell, R. & M. Fischer. (2006). Coffee carbohydrates. Switzerland: Nestle Research Centre Lausanne.
SCAA. (2015). SCAA protocols cupping specialty coffee. Specialty Coffee Association of America. America: SCAA.
Sembiring, N. B., Satriawan, I. K., & Tuningrat, I. A. M. (2015). Nilai Tambah Proses Pengolahan Kopi Arabika Secara Basah (West Indischee Bereding) Dan Kering (Ost Indischee Bereding) Di Kecamatan Kintamani, Bangli. Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri, 3(1), 61-72.
Sulistyowati & Sumartono. (2002). Metode Uji Citarasa Kopi. Materi Pelatihan Uji Citarasa Kopi 19-21Februari 2002. Jember: Pusat Penelitian Kopi dan Kakao.
Wilujeng, A. & Wikandari, P.R. (2013). Pengaruh lama fermentasi kopi arabika (Coffea arabica) dengan bakteri asam laktat Lactobacillus plantarum B1765 terhadap mutu produk. Unesa Journal of Chemistry. 2.
Wijaya, B. R., Martinignsih, N. G. A. G. E., & Suparyana, P. K. (2019). Efisiensi Usaha Pengolahan Kopi Dengan Beberepa Metode (Studi Kasus Pasa Usaha Kopi Dadong). Agrimeta, 9(17).
Yusianto & Widyotomo, S. (2013). Mutu dan Citarasa Kopi Arabika Hasil Beberapa Perlakuan Fermentasi : Suhu, Jenis Wadah dan Penambahan Agen Fermentasi. Jember. Pelita Perkebunan, 29(3),220-239.
DOI: https://doi.org/10.26877/ijatf.v2i2.8138
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.