PERAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SEBAGAI PENGENDALI FUNGSI DALAM PEMBANGUNAN LANJUTAN LABORATORIUM B2P2TOOT TAWANGMANGU
Abstract
Pembangunan gudang logistik Polres Lamongan, sebagai salah satu elemen infrastruktur publik, perlu dilakukan pengawasan dengan tingkat efisiensi yang tinggi untuk mendukung kebutuhan operasional kepolisian. Beberapa masalah operasional telah muncul yang menghambat penyelesaian tepat waktu. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah keterlambatan dalam pengiriman material yang sangat mempengaruhi kelancaran pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan dalam proyek pembangunan Gudang Logistik Polres Lamongan, dengan fokus pada peran kontraktor, supplier, konsultan, dan pemilik proyek. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek konstruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis regresi linier berganda untuk menentukan hubungan antara variabel independen (lingkungan kerja, keterlambatan material, peralatan, tenaga kerja, dan perubahan desain) dengan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tenaga kerja memiliki pengaruh terbesar terhadap keterlambatan proyek, dengan nilai beta 0,455, diikuti oleh perubahan desain yang memiliki pengaruh positif meskipun kecil. Sementara itu, faktor lingkungan kerja, keterlambatan material, dan peralatan tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Untuk mengatasi keterlambatan, penelitian ini merekomendasikan perbaikan dalam koordinasi antar pihak terkait, manajemen sumber daya yang lebih baik, dan perencanaan yang lebih matang. Penelitian ini memberikan wawasan yang penting untuk meningkatkan pengelolaan proyek konstruksi dan mencegah keterlambatan yang tidak terduga pada proyek-proyek serupa di masa depan.
Full Text:
PDFReferences
Bromiley P. A., Thacker N. A., dan Bouhova-Thacker E. (2004). Shannon entropy, Renyi entropy and information, UK.
Estananto N. (2018). Klasifikasi Sinyal Elektrokardiogram Menggunakan Renyi Entropy. J. Elektro dan Mesin Terap., 4(2), 11–18, doi: 10.35143/elementer.v4i2.2139.
Hartley R. V. L. (1928). Transmission of Information. Bell Syst. Tech. J., pp. 535–563.
Kendall M. & Stuart A. (1973). Kendall’s Advanced Theory of Statistics: Volume 2 Inference and Relationship. Hafner Publishing.
Mays D. C., Faybishenko B. A., dan Finsterle S. (2002). Information entropy to measure temporal and spatial complexity of unsaturated flow in heterogeneous media. Water Resour. Res., 38(12), 49-1-49–11, doi: 10.1029/2001WR001185.
Namdari A. & Steven Z. (2019). A review of entropy measures for uncertainty quantification of stochastic processes. Adv. Mech. Eng., 11( 6). doi: 10.1177/1687814019857350.
Popovic M. (2014). Comparative study of entropy and information change in closed and open thermodynamic systems. Thermochim. Acta, 598, 77–81. doi: 10.1016/j.tca.2014.11.002.
Prasetyo A. (2017). Pola Spasial Penjalaran Perkotaan Bodetabek: Studi Aplikasi Model Shannon’s Entropy. J. Geogr. Gea, 16(2), 144, doi: 10.17509/gea.v16i2.2439.
Rényi A. (1961). On Measures of Entropy and Information. Dalam Proceedings of the Fourth Berkeley Symposium on Mathematical Statistics and Probability, 1961, hal. 547-561.
Shannon C. E. (1948). A mathematical theory of communication. Bell Syst. Tech. J., vol. 27, 379–423.
Shannon C. E. (1948). A mathematical theory of communication. Bell Syst. Tech. J., vol. 27, 623–656
DOI: https://doi.org/10.26877/aks.v12i1.6893
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) telah terindeks pada:
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) by LPP Universitas PGRI Semarang is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://journal.upgris.ac.id/index.php/jp3.






.png)









