PERAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SEBAGAI PENGENDALI FUNGSI DALAM PEMBANGUNAN LANJUTAN LABORATORIUM B2P2TOOT TAWANGMANGU

Jatmiko Jatmiko

Abstract


Pembangunan gudang logistik Polres Lamongan, sebagai salah satu elemen infrastruktur publik, perlu dilakukan pengawasan dengan tingkat efisiensi yang tinggi untuk mendukung kebutuhan operasional kepolisian. Beberapa masalah operasional telah muncul yang menghambat penyelesaian tepat waktu. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah keterlambatan dalam pengiriman material yang sangat mempengaruhi kelancaran pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan dalam proyek pembangunan Gudang Logistik Polres Lamongan, dengan fokus pada peran kontraktor, supplier, konsultan, dan pemilik proyek. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek konstruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis regresi linier berganda untuk menentukan hubungan antara variabel independen (lingkungan kerja, keterlambatan material, peralatan, tenaga kerja, dan perubahan desain) dengan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tenaga kerja memiliki pengaruh terbesar terhadap keterlambatan proyek, dengan nilai beta 0,455, diikuti oleh perubahan desain yang memiliki pengaruh positif meskipun kecil. Sementara itu, faktor lingkungan kerja, keterlambatan material, dan peralatan tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Untuk mengatasi keterlambatan, penelitian ini merekomendasikan perbaikan dalam koordinasi antar pihak terkait, manajemen sumber daya yang lebih baik, dan perencanaan yang lebih matang. Penelitian ini memberikan wawasan yang penting untuk meningkatkan pengelolaan proyek konstruksi dan mencegah keterlambatan yang tidak terduga pada proyek-proyek serupa di masa depan.



Full Text:

PDF

References


Branca, N. (1980). Problem Solving as a Goal, Process and Basic Skill. In: Problem Solving in School Mathematics, Krulik, S. and R.E. Reys (Eds.). In National Council of Teachers of Mathematics, Reston, VA.,.

Buschman, L. (2004). Teaching Problem Solving in Mathematics. Teaching Children Mathematics, 10(6), 302–309. Retrieved from http://www.jstor.org/stable/41199784

Chapman, O. (1997). Metaphors in the teaching of mathematical problem solving. Educ. Stud. Math, 32, 201–228. https://doi.org/10.1023/A:1002991718392

Dhlamini, J. J. (2016). Enhancing learners ’ problem solving performance in mathematics : A cognitive load perspective. European Journal of STEM Education, 1(1), 27–36. https://doi.org/10.20897/lectito.201604

Lein, A. E., Jitendra, A. K., Starosta, K. M., Dupuis, D. N., Hughes-Reid, C. L., & Star, J. R. (2016). Assessing the relation between seventh-grade students’ engagement and mathematical problem solving performance. Preventing School Failure, 60(2), 117–123. https://doi.org/10.1080/1045988X.2015.1036392

Pimta, S., Tayruakham, S., & Nuangchale, P. (2009). Factors influencing mathematic problem-solving ability of sixth grade students. Journal of Social Sciences, 5(4), 381–385. https://doi.org/10.3844/jssp.2009.381.385

Schommer-Aikins, M., O. K. D. and R. H. (2005). Epistemological beliefs, mathematical problem-solving beliefs and academic performance of middle school students. Element. School J., 105, 289–304. Retrieved from http://www.eric.ed.gov/ERICWebPortal/custom/portl%0Aets/recordDetails/detailmini.jsp?_nfpb=true&_&ERIC%0AExtSearch_SearchValue_0=EJ696847&ERICExtSear%0Ach_SearchType_0=no&accno=EJ696847




DOI: https://doi.org/10.26877/jipmat.v3i1.2285

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) telah terindeks pada:

         

Creative Commons License

JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) by LPP Universitas PGRI Semarang is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://journal.upgris.ac.id/index.php/jp3.