PENERAPAN MEDIASI PENAL DENGAN PENDEKATAN RESTORATIVE JUSTICE DALAM UPAYA PENANGGULANGAN KEJAHATAN DI INDONESIA

Bayu Ardian Aminullah

Abstract


Penanggulangan kejahatan secara garis besar dapat dilakukan melalui 2 cara yakni melalui jalur penal (hukum pidana) dan jalur non penal (di luar hukum pidana). Upaya penanggulangan kejahatan melalui jalur penal lebih menitikberatkan pada sifat represif sesudah kejahatan terjadi, sedangkan jalur non penal lebih menitikberatkan pada sifat preventif. Penyelesaian sengketa melalu mediasi penal merupakan salah satu bentuk alternatif penyelesaian masalah di tengah masyarakat. Namun, penerapan mediasi penal selama ini belum memiliki landasan hukum formal, sehingga sering terjadi suatu kasus yang sudah diselesaikan dengan mediasi penal namu tetap diproses di pengadilan. Sehingga memunculkan permasalahan mengenai Apakah mediasi penal dengan pendekatan restorative justice dapat diterapkan dalam upaya penanggulangan kejahatan di Indonesia. Tujuan penelitian ini menganalisis dan mendeksripsikan penerapan mediasi penal dengan pendekatan restorative justice dalam upaya penanggulangan kejahatan. Metode penelitian normatif yang akan digunakan untuk menjawab permasalahan. Dapat disimpulkan mediasi penal dengan pendekatan Restorative Justice sudah seharusnya dapat diterapkan dalam upaya penegakan hukum pidana dan penanggulangan hukum pidana di Indonesia

Keywords


Mediasi Penal, Restorative Justice, Kejahatan

Full Text:

PDF

References


Lili Rasjidi dan Ira Thania Rasjidi.

(2007). Pengantar Filsafat Hukum.

Bandung:Mandar Maju, hlm. 63

Soedarto. (1974). Suatu Dilema

dalam Sistem Pidana Indonesia,

Pidato Pengukuhan Jabatan Guru

Besar Hukum Pidana Universitas

Diponegoro, Semarang: 21

Desember 1974, hlm 3

Barda Nawawi Arief. (2016).

Kebijakan Formulasi Ketetntuan

Pidana dalam Peraturan perundangUndangan, Semarang:Pustaka

Magister, hlm. 7

Ibid, hlm. 8

Barda Nawawi Arief. (2017). Tujuan

dan Pedoman Pemidanaan

(Perspektif Pembaharuan &

Perbandingan Hukum Pidana),

Semarang:Pustaka Magister, hlm 4.

Bambang Waluyo. (2017).

Penegakan Hukum di Indonesia,

Jakarta: Sinar Grafika, hlm. 107

Kuat Puji Prayetno. (2012).

Restorative Justice Untuk Peradilan

di Indonesia (Perspektif Yuridis

Filosofis dalam penegakan Hukum

In Concreto), 12(3). hlm 404

Bambang Waluyo. (2017).

Penegakan hukum di Indonesia.

Jakarta:Sinar Grafika, hlm. 133

Sistem Database Pemasyarakatan,

Data Terakhir Jumlah Penghuni

Perkanwil Tahun 2018 Bulan

Desember.

www.smslap.ditjenpas.go.id,

diakses tanggal 10 Februari 2020.

Barda Nawawi Arief. (2012).

Mediasi Penal (Penyelesaian

Perkara Pidana di Luar Pengadilan).

Semarang:Pustaka Magister, hlm. 3

M. Zainuddin. (2019).

Pemahaman Metode Penelitian

Hukum (Pengertian, Paradigma,

dan Susunan Pembentukan).

Yogyakarta: CV.Istana Agency.

M. Echols & Hasan Asandi dalam

Joni Emirzon. (2001). Alternatif

Penyelesaian Sengketa di Luar

Pengadilan (Negosiasi, Mediasi,

Konsiliasi, dan Arbritase), Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama, hlm. 67

Op.Cit. Barda Nawawi Arief.

Mediasi Penal.., hlm. 1

Ibid, hlm. 3

Muladi. (1997). Hak Asasi

Manusia, Politik dan Sistem

Peradilan Pidana. Semarang:

Badan Penerbit Universitas

Diponegoro,, hlm. 67

Op.Cit. Stefanie Tränkle dalam Barda Nawawi Arief, hlm 4

Lihat perkembangan ide atau

wacana dimasukkannya ADR

dalam penyelesaian perkara

pidana dalam Ibid, hlm 10-16

Eva Achyani Zulva dan Indriyanto

Seno Adji. (2011). Pergeseran

Paradigma Pemidanaan.

Bandung:Lubuk Agung, hlm 71-72

Op.Cit. Kuat Puji Prayetno, hlm

Sapto Budoyo & Ratna Kumala

Sari. (2019). Eksistensi Restorative

Justice Sebagai Tujuan

Pelaksanaan Diversi Pada Sistem

Peradilan Anak Di Indonesia.

Jurnal Meta-Yuridis, 2(1), hlm. 79-




DOI: https://doi.org/10.26877/m-y.v3i1.5637

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Meta-Yuridis