HOAX DI INDONESIA : SUATU KAJIAN

Wahyu Widodo, Sapto Budoyo, Toebagus Galang Windi Pratama, Troeboes Soeprijanto

Abstract


Hoax atau berita Bohong belakangan sering beredar pada aplikikasi media Sosial di Indonesia belakangan ini. tentu berdampak negatif terhadap berbagai bidang di dalam bermasyarakat dan bernegara dimana salah satu sektor yang cukup terkena dampak ialah sektor hukum. Maraknya Hoax di Indonesia tentu mempengaruhi wibawa hukum Indonesia, karena dengan maraknya Hoax ini secara tidak langsung membuktikan bahwa hukum di Indonesia masih belum mampu menangani hal tersebut. Berdasarkan hal tersebut diatas maka penulis tertarik untuk mengkaji bagaimana Hukum Indonesia menanggulangi Bahaya Hoax. Lewat pendekatan yuridis normatif, Berita Hoax atau kabar bohong adalah perbuatan Pidana karena melanggar pasal 28 ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dengan ancaman Pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). ada beberapa faktor yang menyebabkan Hoax marak di Indonesia seperti rendahnya minat baca masyarakat Indonesia, dan rendahnya wibawa hukum Indonesia yang dipicu oleh beberapa faktor seperti kurang mampunya pemerintah di dalam menyelesaikan kasus pelanggaran HAM yang berakibat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah yang rendah.

Keywords


Hoax, Kajian, indonesia

Full Text:

PDF

References


Choo, C. W., Detlor, B., & Turnbull, D. (1999). Information Seeking on the Web–An Integrated Model of Browsing and Searching. ASIS Annual Meeting, 5(2), 1–15. https://doi.org/10.5210/fm. v5i2.729

Chordhry, A. ,2017,. Facebook Launches A New Tool That Combats Fake News. Retrieved May 4, 2017, from https://www.forbes.com/sites/amitchowdhry/2017/03/05/facebook-fake-news-tool/#460b19677ec1

https://kominfo.go.id/content/detail/8863/penebar-hoax-bisa-dijerat-segudang-pasal/0/sorotan_media

https://www.kompasiana.com/atsalis/5b1e3150bde5754a3e7da6a2/inilah-mengapa-masyarakat-indonesia-masih-sering-menyebarkan-hoax

Floridi, L, 2010, The Cambridge Handbook of Information and Computer Ethics. Cambridge: Cambridge University Press.

Harley, D, 2008. Common Hoaxes and Chain Letters. San Diego: ESET, LLC

Jamaludin, F, 2016, . 773 ribu situs diblokir Kemkominfo setahun, pornografi paling banyak. Merdeka.com. Retrieved from https://www.merdeka.com/teknologi/773-ribu-situs-diblokir-kemkominfo-setahun-pornografi-paling-banyak.html

Jan H. Kietzmann, etl ,2011, Social media? Get serious! Understanding the functional building blocks of social media, Business Horizons 54, 241—251

Kotler, Philip, dan Kevin Lane Keller, 2009. Manajemen Pemasaran Jilid 1, edisi Ketiga Belas, Terjemahan Bob Sabran, MM. Penerbit Erlangga, Jakarta

Lazonder, A. W., Biemans, H. J. a, & Wopereis, I. G. J. H., 2000,. Differences between novice and experienced users in search information on the World Wide Web. https://doi.org/10.1002/(sici)1097-4571(2000)51:6<576::aid-asi9>3.0.co;2-7

Marojahan JS Panjaitan, 2011, Menguak Tabir Merosotnya Wibawa Hukum Di Indonesia, Jurnal Wawasan Hukum, Vol. 24 No. 01 Februari 2011.

Pooter, J. W. ,2011,. Media literacy (7th ed.). California: SAGE. https://doi.org/ 10.1332/policypress/9781847424396.003.0018

P.N. Howard dan M.R Parks, 2012, American Behavioral Scientist, Vol. 45 No. 3, November 2001 383-404




DOI: https://doi.org/10.26877/m-y.v2i2.4691

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Meta-Yuridis