EKSISTENSI RESTORATIVE JUSTICE SEBAGAI TUJUAN PELAKSANAAN DIVERSI PADA SISTEM PERADILAN ANAK DI INDONESIA

Sapto Budoyo, Ratna Kumala Sari

Abstract


Anak Merupakan Generasi Penerus bangsa maka dari itu keberadaannya harus dilndungi oleh negara. Berangkat dari pemikiran di atas maka berkaitan dengan penulisan dalam makalah ini akan membahas mengenai: Bagaimana eksistensi restorative justice sebagai tujuan pelaksanaan diversi pada sistem peradilan anak di Indonesia? Dan Bagaimana penerapan restorative justice dalam penyelesaian tindak pidana anak melalui proses diversi? Hasil penelitian yang bersifat yuridis normatif ini menunjukkan bahwa Restorative justice merupakan tujuan dari dilaksanakannya diversi untuk menyelesaikan perkara pidana anak di Indonesia. Restorative justice sebagai tujuan dari pelaksanaan diversi sudah diatur dalam peraturan tertulis dan telah lama digunakan oleh masyarakat adat, namun eksistensi restorative justice dikalangan aparat penegak hukum masih menjadi persoalan dikarenakan proses diversi itu sendiri belum diatur secara tegas. Penerapan restorative jusctice terhadap tindak pidana anak mengikuti mekanisme pelaksanaan diversi yaitu pengalihan hukum dari proses pidana ke proses luar pidana dengan syarat ancaman pidana nya dibawah 7 (tujuh) tahun dan bukan tindak pidana pengulangan.

Keywords


Restorative Justice, Diversi, Sistem Peradilan Anak

Full Text:

PDF

References


Randy Pradityo. (2016).

Restorative Justice Dalam Sistem

Peradilan Jurnal Hukum dan

Peradilan, 5(3), hlm. 319-330

Munawara, dkk. (2010).

Pendekatan Restorative Justice

Dalam Penyelesaian Tindak

Pidana Yang Dilakukan Oleh Anak

Di Kota Makasar. Jurnal Hukum

Universitas Hasanudin, hlm. 4

Kristin Reimer. (2011). An

Exploration Of The Implementation

Of Restorative Justice In An

Ontario Public School. Canadian

Journal of Educational

Administration and Policy, Issue

, March 11. by CJEAP and

the author(s), hlm. 4

UNODC. (2006). Handbook on

Restorative Justice Programmes.

Criminal Justice Handbook Series.

Vienna: UN New York, hlm. 5

Yustirsa Yunus. (2013). Analisis

Konsep Restorative Justice Melalui

Sistem Diversi Dalam Sistem

Peradilan Pidana Anak Di

Indonesia. Jurnal Rechtsvinding,

(2), hlm. 243

Dewi Yolandasari Lenap. (2014).

Bentuk Perlindungan Hukum Bagi

Anak Sebagai Kejahatan

Berdasarkan Restorative justice.

Jurnal Ilmiah Universitas Mataram,

hlm. 36

Wagiati Soetedjo. (2013). Hukum

Pidana Anak. Bandung: PT Refika

Aditama, hlm. 136

M. Taufik Makarso. (2013).

Pengkajian Hukum Tentang

Penerapan Restorative Justice

Dalam Penyelesaian Tindak

Pidana Yang Dilakukan Oleh

Anak-Anak. Diakses melalui

https://www.bphn.go.id Sabtu, 20

April 2019 pukul 17.18 WIB

Op.Cit, hlm. 136

Ibid, hlm. 137

Primus Adiodatus Abi.B. (2016).

Eksistensi Hukum Positif Dalam

Optimalisasi Upaya Diversi

Terhadap Perkara Anak Yang

Berkonflik Dengan Hukum, hlm. 2.

Diakses melalui http://ejournal.uajy.ac.id/ Rabu, 24 April

Marlina. 2007. Diversi dan

Restorative Justice Sebagai

Alternatif Perlindungan Terhadap

Anak Yang Berhadapan Dengan

Hukum. Medan: Pusat kajian dan

Perlindungan Anak,PKPA, hlm. 83

Abintoro Prakoso. (2013).

Pembaruan Sistem Peradilan

Pidana Anak. Surabaya: Laksbang

Grafika, hlm. 21

Nasir Djamil. (2013). Anak Bukan

Untuk Di Hukum. Jakarta: Sinar

Grafika, hlm. 140

Hatauruk Rufinus H. (2013).

Penanggulangan Kejahatan

Korporasi Melalui Pendekatan

Restoratif. Jakarta: Sinar Grafika,

hlm. 127

Makarso. (2013). Penerapan

Restorative Justice Dalam

Penyelesaian Tindak Pidana Yang

Dilakukan Oleh Anak-Anak.

Jakarta, hlm. 47-48




DOI: https://doi.org/10.26877/m-y.v2i2.4689

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Meta-Yuridis