Makna Semiotik Makanan Tradisional Jawa Dalam Slametan Kematian 40 Hari di Desa Baran Dukuh Lor Kecamatan Ambarawa

Sri Prihatin Nugroho, Bambang Sulanjari

Abstract


Penelitian ini menggali makna semiotik makanan dalam tradisi slametan kematian di Jawa Tengah, Indonesia. Slametan 40 hari setelah meninggal merupakan momen yang kaya makna dan spiritualitas dalam budaya Jawa, mencerminkan pemahaman mendalam terhadap proses peralihan roh dan kebutuhan spiritual. Studi ini bertujuan untuk memahami hubungan antara makanan, budaya, dan identitas dalam konteks tradisi slametan. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika dari Charles Sanders Pierce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan dalam slametan tidak hanya memenuhi kebutuhan biologis, tetapi juga membawa nilai-nilai sosial, simbolik, dan historis yang memperkaya tradisi masyarakat Jawa. Makanan di dalam slametan menjadi media untuk memperkuat ikatan antar-anggota keluarga dan masyarakat, sambil mencerminkan keyakinan spiritual dalam peralihan kehidupan setelah kematian.Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana masyarakat Jawa memberikan makna dan simbol terhadap jenis-jenis makanan dalam tradisi slametan. Pemahaman ini dapat memberikan kontribusi dalam pelestarian warisan budaya dan kearifan lokal, serta memberikan pemahaman yang lebih baik tentang identitas kolektif, ritual, dan interaksi sosial dalam praktek makanan di masyarakat tersebut.

Keywords


pierce; slametan; makna semiotik

Full Text:

PDF

References


Damanik, S. S. D., & Febriyana, M. (2022). MAKNA SIMBOLIK MAKAN NASI ADAP-ADAPAN PADA ACARA ADAT MELAYU KABUPATEN BATUBARA-SUMATERA UTARA. Bahterasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2), 229-240.

Hartono, D., & Sugalih, A. (2019). Makna Simbol Senyum Pada Iklan Lay’s di Televisi (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce). Perspektif Komunikasi: Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis, 3(1), 39-49.

PELEM, T. D. D. MAKNA SEMIOTIS NAMA-NAMA MAKANAN DALAM SESAJI SELAMATAN.

Permana, A. W., & Rosmiati, A. (2019). Kajian Semiotika Simbol Budaya Keraton Surakarta dalam Iklan Kuku Bima Ener-G Versi Visit Jawa Tengah. Kadera Bahasa, 11(1), 45-58.

Subahri, B. (2020). Pesan Semiotik Pada Tradisi Makan Tabheg Di Pondok Pesantren. Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam, 6(1), 88-103.




DOI: https://doi.org/10.26877/jisabda.v6i2.18120

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, Serta Pengajarannya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.