PERAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SEBAGAI PENGENDALI FUNGSI DALAM PEMBANGUNAN LANJUTAN LABORATORIUM B2P2TOOT TAWANGMANGU
Abstract
Pembangunan gudang logistik Polres Lamongan, sebagai salah satu elemen infrastruktur publik, perlu dilakukan pengawasan dengan tingkat efisiensi yang tinggi untuk mendukung kebutuhan operasional kepolisian. Beberapa masalah operasional telah muncul yang menghambat penyelesaian tepat waktu. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah keterlambatan dalam pengiriman material yang sangat mempengaruhi kelancaran pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan dalam proyek pembangunan Gudang Logistik Polres Lamongan, dengan fokus pada peran kontraktor, supplier, konsultan, dan pemilik proyek. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek konstruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis regresi linier berganda untuk menentukan hubungan antara variabel independen (lingkungan kerja, keterlambatan material, peralatan, tenaga kerja, dan perubahan desain) dengan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tenaga kerja memiliki pengaruh terbesar terhadap keterlambatan proyek, dengan nilai beta 0,455, diikuti oleh perubahan desain yang memiliki pengaruh positif meskipun kecil. Sementara itu, faktor lingkungan kerja, keterlambatan material, dan peralatan tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Untuk mengatasi keterlambatan, penelitian ini merekomendasikan perbaikan dalam koordinasi antar pihak terkait, manajemen sumber daya yang lebih baik, dan perencanaan yang lebih matang. Penelitian ini memberikan wawasan yang penting untuk meningkatkan pengelolaan proyek konstruksi dan mencegah keterlambatan yang tidak terduga pada proyek-proyek serupa di masa depan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Eisenberg, T. (1994). On The Understanding The Reluctance to Visualize in Mathematics. Zentralbatt fur Didaktik der Mathematik, 26, 109-113.
Giaquinto, M. (2007). Visual Thinking in Mathematics An Epistemological Study. United States: Oxford University Press Inc., New York.
Hadamard, J. (1973). The Mathematician’s Mind: The Psychology of Invention in the Mathematical Field. Princeton NJ: Princeton University Press.
IDON. (1998). Introduction to Visual Thinking. Edradour House, Scotland UK, available at (http://www.idongroup.com/idonltd/intvis.html.).
Lavy, I. (2006).Dynamic Visualization and the case of ‘Stars In Cages’. Proceedings 30th Conference of The International Group for the Psycology of Mathematics Education, Vol. 4, pp. 25-32. Prague: PME.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis Data Kualitatif Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: UI Press.
Moleong, L. J. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nurdin, E. 2012. Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Visual thinking Siswa Melalui Pendekatan Pembelajaran Visual Thinking. Tesis Universitas Pendidikan Indonesia. Tidak diterbitkan.
Polya, G. 1985. How to Solve it: A New Aspect of Mathematic Method (2nded.). Princenton, New Jersey : Princenton University Press.
Ruseffendi, ET. 1991a. Pengantar Matematika Modern dan Masa Kini untuk Guru dan PGSD D2 Seri Kedua. Bandung: Tarsito.
Ruseffendi, ET. 1991b. Pengantar Matematika Modern dan Masa Kini untuk Guru dan PGSD D2 Seri Kelima. Bandung: Tarsito.
Sugiyono. 2016. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: ALFABETA.
Sujono. 1988. Pengajaran Matematika untuk Sekolah Menengah. Jakarta: Proyek Pengembangan LPTK, Depdikbud.
Sukirman, Karakteristik Kurikulum Matematika 2004 dan Strategi Penyusunan Rencana Pembelajaran, Seminar dan Workshop Pengembangan Pembelajaran Matematika dan Evaluasi di FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta, tanggal 15 November 2005, h.4.
Sumarni dan Prayitno, Anggar Titis. KEMAMPUAN VISUAL-SPATIAL THINKING DALAM GEOMETRI RUANG MAHASISWA. JES-MAT, Vol 2 No. 2. Kuningan: Universitas Kuningan.
Stoke. Visual Literacy in Teaching and Learning: A Literature Perspective, op.cit., h.3.
Surya, Edy. (2012). VISUAL THINKING DALAM MEMAKSIMALKAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA DAPAT MEMBANGUN KARAKTER BANGSA. Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika, 5 (1). pp. 41-50. ISSN 1979-3545.
Surya, Edy. (2013). Peningkatan Kemampuan Representasi Visual Thinking pada Pemecahan Masalah Matematis dan Kemandirian Belajar Siswa SMP melalui Pembelajaran Kontekstual. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Thornton, Steve. A Picture is Worth a Thousand Words. University of Canberra.
Won. (1999). The Comparison between Visual thinking Using Computer and Contentional Media in The Concept Generation Stage of Design. Taiwan: Institude of Applied Arts, National Chiao Tung University.
Zhukovskiy, V. I & Pivovarov, D. V. (2008). The Nature of Visual Thinking. Journal of Serbian Federal University. [Online]. Tersedia: http://journal.sfu-kras.ru/en/article/641 [3 Oktober 2017].
DOI: https://doi.org/10.26877/imajiner.v3i2.7386
Refbacks
- There are currently no refbacks.
View My Stats
Barcode ISSN Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika telah terindeks pada:
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika by Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Semarang is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.Based on a work at http://journal.upgris.ac.id/index.php/imajiner.







