PERAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SEBAGAI PENGENDALI FUNGSI DALAM PEMBANGUNAN LANJUTAN LABORATORIUM B2P2TOOT TAWANGMANGU
Abstract
Pembangunan gudang logistik Polres Lamongan, sebagai salah satu elemen infrastruktur publik, perlu dilakukan pengawasan dengan tingkat efisiensi yang tinggi untuk mendukung kebutuhan operasional kepolisian. Beberapa masalah operasional telah muncul yang menghambat penyelesaian tepat waktu. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah keterlambatan dalam pengiriman material yang sangat mempengaruhi kelancaran pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan dalam proyek pembangunan Gudang Logistik Polres Lamongan, dengan fokus pada peran kontraktor, supplier, konsultan, dan pemilik proyek. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek konstruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis regresi linier berganda untuk menentukan hubungan antara variabel independen (lingkungan kerja, keterlambatan material, peralatan, tenaga kerja, dan perubahan desain) dengan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tenaga kerja memiliki pengaruh terbesar terhadap keterlambatan proyek, dengan nilai beta 0,455, diikuti oleh perubahan desain yang memiliki pengaruh positif meskipun kecil. Sementara itu, faktor lingkungan kerja, keterlambatan material, dan peralatan tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Untuk mengatasi keterlambatan, penelitian ini merekomendasikan perbaikan dalam koordinasi antar pihak terkait, manajemen sumber daya yang lebih baik, dan perencanaan yang lebih matang. Penelitian ini memberikan wawasan yang penting untuk meningkatkan pengelolaan proyek konstruksi dan mencegah keterlambatan yang tidak terduga pada proyek-proyek serupa di masa depan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Amalia D. 2014. Silika Reaktif dalam Bauksit. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Bandung
Burdge J.. 2014. Chemistry. University of IDAHO. United States America, NewYork
Bardossy,G,Aleva G.J.J.1990. Lateritic Bauxite. Elsevier Science Publishing. Co.Inc, USA
Cooling D.J. 2006. Improving the Sustainability of Residue Management Practices. Australian Centre for Geome-chanics, Perth.
European Aluminium Association. 2013. Bauxite Residue Management: Best Practice. International Aluminium Institute.
GrÓ“fe M, Power G, Klauber C. 2011. Bauxite Residue Issue: III. Alkalinity and Associated Chemistry. Hydro-metallurgy
Gruiz.K, Feigl. V, Klebercz.O, Anton.A, Vaszita.A. 2012. Environmental risk assessment of red mud contaminated land in Hungary. GeoCongress, ASCE 2012
Hudson,L.K.1987. Alumina Production.Critical Report on Applied Chemistry Volume 20 edited by A.R. Burkin
Husaini, dkk. 2012. Bauksit. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Ban-dung
Khaitan S, Dzombak D. A, Lowry G.V. 2009. Neutralization of Bauxite Residue with Acidic Fly Ash. Environmental Engineering Science Volume 26 Number 2.
Khaitan S, Dzombak D. A, Lowry G.V. 2009. Mechanism of Neutralization of Bauxite Residue by Acidic Fly Ash. Environmental Engineering Science
Khaitan.S, Dzombak.D.A, dan Lowry.G.V. 2009. Neutralization of Bauxite Residue with Acidic Fly Ash. Envi-ronmental Engineering Science Volume 26 Number 2.
Kirwan L.J, Hartshorn A, McMonagle J.B, Fleming L, Funnell D. 2013. Chemistry of Bauxite Residue Neutralisation and Aspects to Implementation. International Journal of Mineral Processing.
Krishna.P. Bioremediation of Bauxit Residue (Red Mud) Using Microbes. Disertation, May, 2003, Punjab
Levenspiel.1999. Fluis-Particle Reaction: Kinetics Chemical Reaction Enginering, Third Edition. Jon Wiley and Sons. United States.
Rai S.B, Wasewar K.L, Layate D.H, Mukhopadhyay J, Yoo C.K. 2012. Feasibility of Red Mud Neutralization with Seawater Using Taguchi’s Methodology. J. Environ.Sci. Technol 305-314.
Rai S.b, Wasewar K.L, Mishra R.S, Puttewar S.P, Chaddha M.J, Mukhopadhyay J, Yoo C.K. 2013. Neutralization of Red Mud Using Inorganik Acids. Research Journal of Chemistry and Environment
Syarifuddin. N, 1994.Ikatan Kimia.Gadjah Mada University Pers. Yogyakarta
Syukri S. 1999. Kimia Dasar 2. Penerbit ITB. Bandung
Smith.P. 2009.The Processing og High Silica Bauxites-Review of Existing and Potential Processes Hydrometalluryg, 98,162-176
Thornber.M.R, Binet.D. 1999. Caustic Soda Adsorption on Bayer Residue. In:Alumina Worsley (Ed), 5th Interna-tional Alumina Quality Workshop. Bunbury, AQW Inc. Brisbane, pp 233-239
Thornber.M.R, Hughes.C.A.1992.The Alkalinity of Residue from Alcoa of Australia Limited’s refineries of South-West Australia. In: Glenister.D.J. (Ed). Proceedings of an International Bauxite Tailing Workshop. Australia Bauxite and Alumina Product
DOI: https://doi.org/10.26877/jitek.v4i2.3109
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JITEK (Jurnal Ilmiah Teknosains) by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Semarang is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
