PERAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SEBAGAI PENGENDALI FUNGSI DALAM PEMBANGUNAN LANJUTAN LABORATORIUM B2P2TOOT TAWANGMANGU

Henry Setya Budhi, Ulya Fawaida

Abstract


Pembangunan gudang logistik Polres Lamongan, sebagai salah satu elemen infrastruktur publik, perlu dilakukan pengawasan dengan tingkat efisiensi yang tinggi untuk mendukung kebutuhan operasional kepolisian. Beberapa masalah operasional telah muncul yang menghambat penyelesaian tepat waktu. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah keterlambatan dalam pengiriman material yang sangat mempengaruhi kelancaran pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan dalam proyek pembangunan Gudang Logistik Polres Lamongan, dengan fokus pada peran kontraktor, supplier, konsultan, dan pemilik proyek. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek konstruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis regresi linier berganda untuk menentukan hubungan antara variabel independen (lingkungan kerja, keterlambatan material, peralatan, tenaga kerja, dan perubahan desain) dengan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tenaga kerja memiliki pengaruh terbesar terhadap keterlambatan proyek, dengan nilai beta 0,455, diikuti oleh perubahan desain yang memiliki pengaruh positif meskipun kecil. Sementara itu, faktor lingkungan kerja, keterlambatan material, dan peralatan tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Untuk mengatasi keterlambatan, penelitian ini merekomendasikan perbaikan dalam koordinasi antar pihak terkait, manajemen sumber daya yang lebih baik, dan perencanaan yang lebih matang. Penelitian ini memberikan wawasan yang penting untuk meningkatkan pengelolaan proyek konstruksi dan mencegah keterlambatan yang tidak terduga pada proyek-proyek serupa di masa depan.



Keywords


Pembelajaran Berbasis Proyek; STEM; IPA Terpadu

Full Text:

PDF

References


Beals, J. (2012). Thomas Edison.com. Diakses 4 April 2018 dari www.thomasedison.com

Bybee, R. W. (2013). The case for STEM education: Challenges and opportunity. Arlington, VI: National Science Teachers Association (NSTA) Press.

Edward M. Reeve. 2015. STEM is here to stay

Jauhariyyah, Farah Robi’atul., dkk. 2017. Scinence, Technology, Engineering and Mathematics Project Based Learning (STEM-PjBL) pada Pembelajaran Sains. Pros. Seminar Pend. IPA Pascasarjana UM Vol. 2, 2017, ISBN: 978-602-9286-22-9.

Kelley, T. R dan Knowles, J. G. 2016. A Conceptual Framework for Integrated STEM Education. International Journal of STEM Education. Springer.

Kemendikbud. 2013. Panduan Penguatan Proses Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama. Modul. Tidak diterbitkan.

Kemdikbud. (2014). Materi pelatihan dosen implementasi kurikulum 2013 tahun ajaran 2014/2015: Mata pelajaran IPA SMP/MTs. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Khoiriyah, Nailul., dkk. 2018. Implementasi Pendekatan Pembelajaran STEM untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa SMA pada Materi Gelombang Bunyi. JRKPF UAD Vol. 5 No. 2 Oktober 2018. DOI: http://dx.doi.org/10.12928/jrkpf.v5i2.9977

Laboy-Rush, D. (2010). Integrated STEM education through project-based learning. (Online), (www.learning.com/stem/whitepaper/integrated-STEM-throughProject-based- Learning), diakses pada 10 Maret 2017.

National STEM Education Center. (2014). STEM education network manual. Bangkok: The Institute for the Promotion of Teaching Science and Technology.

Patton, A. (2012). Work that matters: the teacher’s guide for project based learning. California: The Paul Hamlyn Foundation.

Priyatni, Endah Tri. 2015. Desain Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013. Jakarta: Bumi Aksara.

Rais. (2010). PROJECT-BASED LEARNING: Inovasi Pembelajaran yang Berorientasi Soft skills. (Online) (http://digilib.unm.ac.id/files/disk1/1/universitas%20negeri%20makassar-digilib-unmdrmuhraiss- 20-1 makalah a.pdf.), diakses pada 4 April 2019.

Robert, A. dan Cantu, D. 2012. Applying STEM Instructional Strategies to Design and Technology Curriculum. Department of STEM Education and Proffesional Studies Old Dominion University. Notfoly, VA, USA.

Stohlmann, M., Moore, T.J., & Roehrig, G.H. (2012). Considerations for teaching integrated STEM education. Journal of Pre-College Engineering Education Research (J-PEER), II(1): 28-34.

Sutrisno dan Suyadi. 2016. Desain Kurikulum Perdosenan Tinggi Mengacu Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Thomas, J. W. (2000). A review of research on project based learning. San Rafael: The Autodesk Founda¬tion.

Tim Penyusun Kurikulum TIPA. 2017. Buku Kurikulum Tadris Ilmu Pengetahuan Alam IAIN Kudus. Kudus: IAIN Kudus Press.

Trianto. 2014. Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, Dan Imlementasinya Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Tsupros, N., R. Kohler, dan J. Hallien. 2009. STEM Education: A Project To Identify The Missing Components. A collaborative study by the IUI Center for STEM Education and Carnegie Mellon University.

Wena, M. (2014). Strategi pembelajaran inovatif kontemporer: suatu tinjauan konseptual operasional. Jakarta: Bumi Aksara.

Winarsi, Juniaty., dkk. 2016. STEM: Apa, Mengapa, dan Bagaimana. Pros. Semnas Pend. IPA Pascasarjana UM. Vol. 1, 2016, ISBN: 978-602-9286-21-2.

Yunus, Sitti Rahma., dkk. 2016. Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Pembelajaran IPA Terpadu Model Connected. Jurnal Sainsmat, September 2016, Vol. V, No. 2, Halaman 183-190.




DOI: https://doi.org/10.26877/jie.v1i1.7969

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.